Konsumen Itu Tidak Terpaku Urusan Klaim BBM Super Irit.

Beberapa hari lalu kita cukup dihebohkan berita matik baru yang konsumsi bbm nya agak diluar nalar dengan hitungan 111km/liter. Sebuah klaim yang cukup tinggi sangat mengguncang dunia blogsphere ;-).

image

Mungkin gara-gara diawali oleh sport 162km/jam ya hihihi. Oke lanjut, klaim setinggi-tingginya boleh saja karena termasuk dalam ajang promosi untuk menarik minat konsumen. Dan bisa jadi memang tercatat seperti itu dalam situasi tertentu namun, seperti metode yang digunakan, riding style, hingga tempat pengujian motor tersebut. Tapi jika terlalu berlebihan/ lebay justru akan menjadi cibiran.

image

Berapa sih rata-rata konsumsi bbm wajar kendaraan roda 2 yang beredar disini. Ambil contoh matic paling umumlah yakni matic Honda & Yamaha kebanyakan. Iklannya yang mengedepankan keiritan dimana kita pernah lihat dulu 1liter bensin bisa menempuh perjalanan hingga 70km lebih. Bisakah benar-benar mencapai segitu?? Benar jika pengetesan dilakukan di sirkuit dimana kecepatan dapat dipertahankan stabil & jalan datar tidak ada hambatan sama sekali.

Tapi begitu turun ke jalan raya menurun drastis dari klaim sebelumnya, dengan hitungan kasar mencapai 40-50an km/liter. Angka tersebut adalah real penggunaan harian konsumen, kondisi jalan & rider yang bervariasi sangat berpengaruh. Jadi kenapa tidak ditulis segitu saja, namanya juga sebagai ajang promosi wajarlah mencatat jarak terjauh untuk meyakinkan konsumen kalau produknya sangat irit. Disusul dengan tagline iklan dimana-mana seakan kata “irit” sudah wajib hukumnya di produk baru mereka.

image
Pict from om kobay..

Disisi Konsumen/ pemakai sendiri kebanyakan tidak terlalu ambil pusing motornya bisa mencapai jarak tempuh berapa km/liter. Sebab kebanyakan patokan mereka adalah berapa hari sekali mesti isi ulang, mungkin 3 atau 4 hari sekali fulltank baru ngisi lagi untuk masyarakat yang rutin pulang-pergi dengan jarak yang sama setiap harinya. Ada juga yang menghitung dengan uang habis berapa puluh ribu untuk mengukur jarak ke tujuan, misal dari tempat ane berada yakni Turen jarak ke Malang kota sekitar 30km habis 1liter lebih sedikit, anggaplah 10ribu rupiah untuk premium. Nah ketahuan kalo ane termasuk boros soalnya ada yang bisa menempuhnya cukup dengan bbm kurang dari 1 liter :-D.

image

Untuk saat ini dengan kecanggihan teknologi yang pesat sebenarnya terhitung kurang lebih sama rata-rata konsumsi bbm semua produk dari pabrikan (bukan moge lo yaa) baik sport, matic, maupun bebek yang berada di pasaran saat ini. Berkisar 20-50an km/liter konsumen tidak mempermasalahkannya, mereka membeli kendaraan juga sudah dipertimbangkan dengan matang mau difungsikan buat tujuan apa. Jika untuk dipakai harian pasti kebanyakan pilih yang praktis dengan cc kecil dan pastinya irit laah. Tapi jika untuk koleksi atau hobi ini sudah diluar mindset orang kebanyakan, mau harganya mahal & borosnya kurang ajar juga tetep dibeli, benar kan !!? ;-).

Iklan

24 thoughts on “Konsumen Itu Tidak Terpaku Urusan Klaim BBM Super Irit.

    • anwar 08/12/2014 / 03:58

      klaim dari media massa mungkin merk tertentu ada yang bayarin biar motornya dikira lebih irit dibandingkan dg yg lain…………………. Masalah irit ya konsumenlah yang merasakannya, kan bukan hanya soal irit, motor itu juga harus stabil, nyaman, aman, kuat, awet, dsb……………

      Disukai oleh 1 orang

      • wongserut 08/12/2014 / 05:38

        Bener emang kang, konsumen sekarang mikir lebih dari sekedar irit 😉

        Suka

  1. Mase 04/12/2014 / 21:36

    gak ngefek.. yg penting desain diterima… wes mesti payu

    Suka

    • wongserut 05/12/2014 / 04:44

      Naah itu, wong bbm naik jalan makin padet oggk..

      Suka

      • Mase 05/12/2014 / 04:45

        betul bro… touring juga ttp jalan…

        Suka

      • wongserut 05/12/2014 / 04:47

        Ssip.. two stroke juga makin ngebull

        Suka

      • Mase 05/12/2014 / 04:49

        nahhhh wakakakakkk… penting iso golek duit sing nggo gawe ngebul

        Suka

      • wongserut 05/12/2014 / 04:52

        Wong mobil yg lebih boros aja makin banyak wirawiri, ini yg lebih irit kenapa tidak 😉

        Suka

  2. CuPcAkE 05/12/2014 / 10:52

    kata siapa?
    yg biasa naik FU suruh pindah ke HSX / hsx 125 atau revo noh

    nyengir2 saking ringannya di saku

    Suka

  3. adityaprad 05/12/2014 / 19:28

    Sing penting desain karo merk
    Nek tepat ya payuu

    Suka

    • wongserut 05/12/2014 / 19:29

      Soalnya selera orang beda”
      Jadi motornya beda juga 😉

      Suka

  4. anam 05/12/2014 / 19:46

    malang kota honda wkwkwk

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s