Amazing Trip to Ranokumbolo, Surga di Kaki Gunung Semeru

Pemirsa… perasaan luar biasa & penuh semangat untuk segera menjelajah gunung menuju Danau Ranokumbolo dimulai. Setelah persiapan sangat matang sebelumnya plus istirahat cukup berangkatlah kami dari rumah masing-masing sekitar pukul 07.00 WIB. Sekalian pagi buat jaga-jaga biar gak kemalaman sampai sana.
image


Beranggota sebanyak 8 orang dengan menggunakan 5 sepeda motor, setelah berkumpul ditempat yang ditentukan kami berangkat dengan santai. Ya.. memakai 5 sepeda motor, 3 boncengan yang 2 sendiri sambil membawa beban perbekalan yang gak kalah berat hehe.. Memasuki daerah Poncokusumo dimana jalan mulai menanjak disinilah sepeda motor benar-benar diuji “kesehatannya”, jalanan memang mulus tapi dengan tanjakan yang sangat panjang lumayan menyiksa juga ke mesin. Disini Wong’s memakai Ninja 2T dimana torsinya letoy banget, jadi terpakasa dinaiki sendiri dan selalu meluncur duluan di depan untuk menjaga tenaganya tetap ada ( dibutuhkan Rpm yang agak tinggi untuk meraih torsi pada Ninja 2T ).

Sampai di desa terakhir yaitu Ranupane Sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah memarkir kendaraan kami segera bergegas menuju loket pendaftaran, disana dikasih formulir yang harus diisi lengkap mulai daftar anggota, perlengkapan yang dibawa, hingga surat kesehatan dari dokter yang wajib kita serahkan sebagai bukti bahwa keadaan kita benar-benar fit. Juga ada surat perjanjian bermaterai dari pihak setempat untuk tidak merusak lingkungan dan mematuhi peraturan demi keselamatan kita maupun lingkungan. Setelah menyelesaikan proses registrasi kita tidak diperkenankan langsung mendaki, ada semacam Briefing dari komunitas pecinta alam setempat tentang seluk beluk tempat yang akan kita tuju dan tips-tips yang sangat bermanfaat. Setelah selesai dilanjutkan acara pengecekan perlengkapan dan perbekalan, disini diperingatkan sekecil apapun sampah kita harus dibawa kembali sampai selesai turun mendaki untuk dibuang di tempat sampah. Ini maksudnya sangat jelas ya untuk menjaga keindahan serta kebersihan hutan diperlukan kesadaran tinggi dari diri sendiri.

Setelah briefing selesai kami makan siang dahulu dengan bekal nasi bungkus yang memang disiapkan sebagai pengisi tenaga kelas berat terakhir sebelum benar-benar masuk ke dalam hutan. Awal berjalan melewati area perkebunan dengan jalanan datar kami masih sempat bercanda sambil bicara yang kagak penting sampai memasuki tanjakan pertama. Setelahnya… makin capek makin gk ada bunyinya nih hihihih… ternyata berat juga dengan beban ransel serta jalan menanjak tiada henti mengharuskan kami beristirahat setiap berapa meter sekali, air juga mengalir terus untuk menjaga badan jangan sampai terjadi dehidrasi. Jangan menunggu sampai benar-benar haus karena badan kita akan cepat terasa capek, yaaa… karena dehidrasi tersebut. Di perjalanan ternyata ada 4 pos berupa bangunan sederhana beratap seng sebagai tempat beristirahat meski kenyataannya lebih sering istirahat di segala tempat :-D.

Semakin tinggi semakin berkabut dengan jarak pandang yang sangat terbatas, disini kita harus kompak jangan sampai terpisah-pisah antar anggota, bila ada yang istirahat satu maka semua harus berhenti dan menunggu. Jalan setapak yang seakan gak ada ujungnya akhirnya mencapai puncaknya, setelah membelah hutan berkabut akhirnya kami merasakan hangatnya sinar matahari sore dan akhirnya sosok danau Ranokumbolo yang fenomenal itu mulai terlihat. Sangat melegakan dan tanpa sadar rasa capek hilang dengan sendirinya meski perjalanan ke basecamp masih lumayan dikarenakan terpesona keindahan Ranukumbolo.
image

Di tempat basecamp melihat waktu menunjukkan pukul 5 sore, woow…… 5 jam perjalanan setapak naik turun gunung yang luar biasa, sampai sana tidak buang-buang waktu segera kami membangun tenda dan menyiapkan perbekalan untuk nanti malam sebelum hari gelap repot nantinya. Malam hari sih niatnya menikmati keindahan bulan dan bintang yang sangat terlihat jelas tanpa tertutup awan, karena tempat kita berdiri sudah distas awan. Eeh… ternyata hawanya di luar perkiraan luar biasa dinginnya ditambah angin yang berhembus  bikin tulang terasa kaku, akhirnya gak jadi keluar tenda. Sambil masak makan malam dan makan cemilan, setelah mengisi perut tidak perlu waktu lama buat tidur soalnya udah pada kepayahan. Yang penting besok pagi-pagi bisa bangun dan menikmati sunrise hehehe…

Ternyata tidurpun gak semudah biasanya, sebelum tengah malam suasana tenda sangat tenang dan kerasa nyenyak. Nah menjelang pagi hari ini ceritanya pada terbangun, hawa dingin ekstrim banget membuat seluruh badan serasa gak pake apa-apa padahal pakaian sangat rapat. Ada yang badannya gemetaran kedinginan, bernafas juga agak sulit dan harus pake masker tebal karena sakit sekali udara yang masuk ke hidung. Wong’s sendiri tangan dan kaki terasa kaku dan gak bisa tidur ampe nyenyak, bingung mencari kehangatan ampe pagi :mrgreen:

Saat fajar mulai kelihatan, cepat-cepat keluar tenda bawa kamera melompat keluar dan ternyata…. ganasss…!!! dingin pagi bercampur angin membuat wajahpun sakit karena dinginnya, biar gak kerasa ya gerakin badan terus kesana kemari agar hangat. Sunrise adalah saat yang ditunggu di Ranokumbolo karena memiliki banyak spot yang bagus. Disini kami tidak melewatkan acara wajib foto-foto bak model sambil menikmati kopi panas yang “cuma” terasa hangat 😀
image

Setelah agak siang kami mulai berpisah sendiri-sendiri. Ada yang Menjelajah berkeliling danau yang sangat luas , ada juga yang menaiki “bukit cinta” yang gak manjur-manjur amat tersebut 😂… (dasar Jones!!!) semakin terpana akan keindahan alam yang tanpa batas ini, subhanallah…

image
Katanya sih tanjakan cinta.. 😁

Kelar berkeliling lanjut makan sebagai tambahan tenaga untuk turun, beresin perlengkapan serta tenda dan yang terpenting jangan lupa “sampah” harus kita bawa kembali untuk dibuang di tempat sampah di bawah.
image

Gimana pemirsa ada yang tertarik jalan-jalan kesini, monggo dipersiapkan fisik yang prima, waktu yang panjang karena estimasi waktu yang tidak dapat ditentukan tergantung kondisi kita. Dan untuk galeri keindahan nanti diposting artikel tersendiri yaa. See you… 😀

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s